Selain dimanfaatkan sebagai bahan bakan, batubara juga dimanfaatkan sebagai salah satu batuan pembawa logam tanah jarang (LTJ) dalam kadar yang cukup signifikan. Permintaan akan Logam Tanah Jarang terus meningkat tajam, didorong oleh perannya yang tidak tergantikan dalam berbagai aplikasi teknologi tinggi, termasuk baterai, paduan ringan, perangkat medis, katalis, dan teknologi energi terbarukan. Batubara, bersama dengan produk samping pembakarannya seperti abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash), telah diidentifikasi sebagai sumber potensial yang melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. penelitian ini disusun untuk menganalisis potensi LTJ di batubara Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Potensi berupa kadar LTJ pada sampel batubara di Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Hasil penelitian ini diharapkan akan memberikan manfaat untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan di bidang geologi batubara, khususnya mengenai akumulasi dan distribusi LTJ dalam batubara khususnya batubara Cekungan Kutai. Penelitian ini mengukur konsentrasi dan jenis LTJ dalam batubara dari Formasi Pulau Balang dan Balikpapan menggunakan metode kuantitatif-kualitatif deskriptif-analitis dan pengujian ICP-OES sesuai standar ASTM D6357–11, dengan sampel diambil melalui random sampling. Analisis ICP-OES menunjukkan total Rare Earth Elements (REE) pada sampel batubara bervariasi antara 104,29-269,63 mg/kg, dengan dominasi light rare earth elements (LREE) di seluruh sampel. Analisis sampel batubara menunjukkan variasi luas pada nilai koefisien konsentrasi (CC) unsur REE, yang dihitung sebagai rasio konsentrasi unsur terhadap nilai Clarke. Nilai CC di atas 1 mengindikasikan pengayaan dibandingkan kerak bumi, sementara di bawah 1 menunjukkan deplesi. Unsur seperti Pr, Tb, Gd, dan Lu secara umum sangat kaya (CC > 1), berbeda dengan Ce dan Y yang memiliki nilai CC lebih rendah.
Copyrights © 2026