Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya kenaikan gula darah disebabkan oleh terganggunya hormon insulin. Pada pasien DM tipe-2 yang tidak mendapatkan dukungan keluarga akan mempengaruhi self-management. Penerapan self-management yang baik memerlukan konsistensi dan perubahan kebiasaan yang signifikan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas Denpasar Selatan 1. Metode: Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita yang tercatat dengan diagnosa diabetes melitus yang mencari pengobatan di Puskesmas Denpasar Selatan 1 pada bulan Januari-Maret sebanyak 93 orang dengan sampel sebanyak 75 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner HDFSS (Hensarling Diabetes Family Support Scale) dan kuesionare Diabetes Self-management Questionare (DSMQ). Hasil: Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square, nilai signifikasinsi atau probabilitas (p) didapatkan nilai p = 0,00 (p < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan dukungan keluarga terhadap self-management pada pasien DM tipe-2 di wilayah kerja Puskesmas I Denpasar Selatan.
Copyrights © 2025