Biji delima Merah (Punica granatum) mempunyai kandungan metabolit sekunder yaitu senyawa fenolik. Senyawa fenolik berpotensi sebagai antibakteri. Asam galat telah diidentifikasi sebagai senyawa aktif dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi antibakteri obat kumur ekstrak biji delima merah (Punica granatum) terhadap Streptococcus mutans. Penelitian menggunakan metode maserasi cairan penyari etanol 96%. Pengujian konsentrasi hambat minimum pada konsentrasi 0,8% dan pengujian konsentrasi bunuh minimum pada konsentrasi 0,8%. Evaluasi mutu fisik meliputi uji organoleptik, pH dan viskositas. Hasil mutu fisik memenuhi persyaratan meliputi warna kuning muda keruh dan kuning pekat, aroma mentol khas ekstrak dan homogen. Hasil pengujian pH memenuhi standar yang baik pada sediaan obat kumur antara 5,0-7,0. Hasil pengujian viskositas sesuai dengan standar obat kumur yang nyaman digunakan. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah dengan konsenstrasi F3 (2%), F2 (1,5%) F1 (1%) menghasilkan diameter hambat pada bakteri Streptococcus mutans sebesar 20,42 mm; 19,64 mm; 16,59 mm; kontrol positif (chlorhexidine 0,2%) memiliki hambatan 21,97 dan kontrol negatif (DMSO) tidak menunjukkan adanya hambatan (6 mm yang berasal dari diameter paper disc). Hal ini menunjukkan bahwa sediaan obat kumur ekstrak biji delima merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengan kategori kuat.
Copyrights © 2026