Fenomena fatherlessness, atau ketiadaan figur ayah, kini makin lazim di keluarga modern, disebabkan oleh perceraian, kematian, migrasi kerja, atau absennya kehadiran emosional. Kondisi ini berdampak besar pada pembentukan konsep diri anak, mencakup aspek emosional, psikologis, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan meneliti fenomena fatherlessness dan dampaknya terhadap konsep diri anak dari sudut pandang Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang diterapkan adalah penelitian kualitatif melalui studi pustaka (library research), menganalisis literatur ilmiah, teologi, dan psikologi perkembangan dengan analisis isi (content analysis). Temuan menunjukkan bahwa absennya ayah menciptakan kekosongan emosional yang memengaruhi identitas, harga diri, dan kemampuan berelasi anak. Dalam perspektif PAK, pembentukan konsep diri anak bukan hanya psikologis, melainkan juga teologis, di mana identitas sejati anak berakar pada pemahaman bahwa mereka adalah ciptaan Allah yang berharga. Gereja dan komunitas Kristen berperan penting melalui pendampingan pastoral, mentoring, dan pengajaran yang memperkuat identitas anak di dalam Kristus. Penelitian ini menekankan kebutuhan pendekatan holistik yang menggabungkan dimensi teologis, pedagogis, dan pastoral untuk memulihkan serta memperkuat konsep diri anak yang mengalami fatherlessness.
Copyrights © 2026