Obesitas merupakan kondisi kelebihan lemak tubuh yang dapat mengganggu keseimbangan hormonal, termasuk hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron, sehingga berpotensi memengaruhi durasi menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan durasi menstruasi pada mahasiswi angkatan 2021, 2022, dan 2023 Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 170 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan pengisian kuesioner durasi menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29,4% responden tergolong obesitas, dan 34,7% mengalami durasi menstruasi yang memanjang. Analisis uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara obesitas dan durasi menstruasi (p = 0,007) dengan korelasi positif lemah (rho = 0,205), yang mengindikasikan bahwa peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) cenderung diikuti oleh durasi menstruasi yang lebih panjang. Temuan ini menegaskan bahwa obesitas berperan dalam memengaruhi keseimbangan hormonal yang berdampak pada durasi menstruasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif untuk menjaga berat badan ideal guna mendukung kesehatan reproduksi perempuan.
Copyrights © 2026