Masalah gizi kurang pada balita berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak dan membutuhkan intervensi berkelanjutan berbasis pelayanan primer. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2022 sampai 2023, UPT Puskesmas Pasundan mencatat penurunan prevalensi gizi kurang tertinggi dibandingkan puskesmas lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan dari aspek perencanaan, implementasi, output, dan outcome dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan grounded theory. Program disusun sesuai standar manajemen Puskesmas dengan pola USG dan mencakup tiga program utama yaitu pemantauan pertumbuhan, penyuluhan dan konseling gizi, serta pemberian makanan tambahan yang dilaksanakan secara terstruktur meskipun menghadapi kendala seperti keterbatasan pelatihan kader, media edukasi, dan alokasi dana. Implementasi program dinilai cukup efektif dengan pelaksanaan rutin dan partisipasi aktif masyarakat, meski masih terdapat hambatan dalam ketepatan sasaran. Output program meliputi peningkatan cakupan, pemahaman orang tua, dan perbaikan status gizi balita, sedangkan outcome menunjukkan tren penurunan prevalensi gizi kurang setiap tahun. Meskipun demikian, peningkatan pemantauan dan koordinasi lintas sektor masih diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. Temuan ini menjadi dasar perbaikan intervensi melalui optimalisasi sumber daya dan penguatan kolaborasi antar pihak. Secara keseluruhan, program penanggulangan gizi kurang di UPT Puskesmas Pasundan telah sesuai dengan standar prioritas masalah dan menunjukkan hasil positif, namun perlu ditingkatkan pada aspek pelatihan, sumber daya, dan pemerataan pelaksanaan.
Copyrights © 2026