Melasma merupakan keadaan dimana kulit mengalami hiperpigmentasi sehingga muncul bercak-bercak berwarna kecoklatan, dan tidak simetris. Keadaan kulit tersebut dapat mengganggu estetika sehingga dapat menurunkan kepercayaan diri serta kualitas hidup penderita. Terdapat berbagai macam tatalaksana melasma, beberapa diantaranya adalah krim serta kombinasi krim dan terapi laser. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas krim dengan kombinasi krim disertai laser. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi observasional analitik retrospektif. Instrumen yang digunakan adalah skor mMASI. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Uji bivariat menggunakan Mann-Whittney Test. Sampel pada penelitian ini adalah rekam medis pasien melasma dengan kombinasi terapi laser dan krim dan rekam medis pasien melasma dengan terapi krim pada tahun 2020-2023. Sampel sebanyak 60 responden. Tingkat perbaikan melasma pada pasien dengan penggunaan kombinasi krim dan terapi laser didapatkan rata-rata 26,95, sedangkan pada penggunaan krim didapatkan rata-rata 34,05. Analisis bivariat penilaian skor mMASI pada rekam medis pasien melasma dengan terapi krim dibandingkan kombinasi terapi krim dan laser didapatkan p-value sebesar 0.107 (0.05). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara selisih skor mMASI pada krim dibandingkan dengan kombinasi krim dan terapi laser pada rekam medis pasien melasma.
Copyrights © 2026