Dismenore merupakan keluhan umum yang dialami remaja putri dan berdampak terhadap kesejahteraan fisik, emosional, serta aktivitas belajar. Intervensi non-farmakologis menjadi alternatif aman untuk mengurangi nyeri menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi dan penerapan terapi non-farmakologis untuk mengatasi dismenore. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif, diskusi, serta demonstrasi teknik kompres hangat, relaksasi napas dalam, dan abdominal stretching exercise. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest terhadap 30 peserta mahasiswi Universitas Pathum Thani, Thailand. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 46,15% menjadi 100%, serta peningkatan sikap dari 92,31% menjadi 100%. Edukasi yang disertai demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kemandirian remaja dalam mengelola dismenore secara aman dan alami.
Copyrights © 2026