Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis medan makna yang merepresentasikan konsep kerakusan dan kehilangan syukur dalam puisi Melupakan Syukur karya Mutiatuz Zahro. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan puisi kontemporer yang sarat kritik moral dan sosial, namun masih terbatas dikaji melalui pendekatan semantik, khususnya medan makna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata, frasa, dan larik puisi yang mengandung makna konotatif dan relasi makna. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan metode baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi diksi kunci, mengelompokkan kata berdasarkan kesamaan makna, serta menafsirkan makna leksikal dan konotatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Melupakan Syukur membangun dua medan makna utama, yaitu medan makna kerakusan dan medan makna kehilangan syukur. Medan makna kerakusan direpresentasikan melalui diksi rakus, dahaga, nafsu, dan menggelora yang menggambarkan hasrat berlebihan manusia. Sementara itu, medan makna kehilangan syukur ditunjukkan melalui ungkapan syukur terkubur, kebahagiaan melebur, serta pergeseran nilai moral pada diksi haram dan halal. Kedua medan makna tersebut membangun kritik sosial terhadap perilaku manusia yang lebih mengutamakan ambisi material dibandingkan nilai spiritual dan moral
Copyrights © 2026