Penelitian ini membahas bagaimana sikap anak muda digambarkan secara positif dan negatif di media sosial khususnya pada platform Twitter dalam dua tahun terakhir (2023–2025). Data diambil dari cuitan-cuitan publik yang menggunakan tagar #anakmuda dan #generasiZ. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) dengan model Teun A. Van Dijk, dengan fokus pada struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa anak muda generasi Z sering digambarkan memiliki dua sifat atau dua wajah. Di satu sisi, mereka dianggap kreatif, adaptif, dan produktif. Namun, di sisi lain, muncul beberapa wacana negatif yang menilai anak muda khususnya generasi Z sebagai generasi yang manja, cepat menyerah, dan sulit menghadapi tekanan sosial. Wacana semacam ini menunjukkan adanya perbandingan ideologi antara generasi tua dan generasi muda. Twitter menjadi wadah terbuka di mana perbedaan pandangan sosial itu saling terjadi dan diundang. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kritis para pembaca terhadap cara penggunaan bahasa membentuk bagaimana pandangan sosial tentang generasi muda.
Copyrights © 2026