Perkembangan ekonomi digital dan intensifikasi penggunaan media sosial telah mengubah cara Generasi Z memperoleh, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran keuangan digital yang berpengaruh terhadap pembentukan keyakinan dan perilaku finansial individu. Penelitian ini bertujuan untuk mereplikasi dan menguji kembali model empiris yang dikembangkan oleh (Anwar, 2025) dengan menganalisis hubungan antara digital financial literacy dan social media usage terhadap financial self-efficacy, serta implikasinya terhadap saving behaviour pada kreator TikTok Live Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 kreator TikTok Live Generasi Z, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert lima poin dan analisis PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital financial literacy dan social media usage berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial self-efficacy dan saving behavior, sedangkan financial self-efficacy terhadap saving behavior tidak signifikan. Temuan ini mengungkap bahwa dalam konteks ekonomi platform dengan pendapatan tidak stabil, financial self-efficacy tidak selalu diterjemahkan menjadi perilaku menabung, sehingga menantang asumsi linear dalam Social Cognitive Theory serta memperkaya integrasi Technology Acceptance Model, Unified Theory of Acceptance and Use of Technology dalam menjelaskan perilaku keuangan digital. Secara teoretis, penelitian ini menunjukkan batas keberlakuan model Anwar (2025) ketika diterapkan pada kreator live streaming Generasi Z. Secara praktis, penelitian ini memberikan implikasi bagi pengembangan edukasi keuangan digital dan strategi intervensi platform.
Copyrights © 2026