Dalam melakukan berbagai aktivitas, masyarakat seringkali memanfaatkan bahan bakar fosil. Untuk aktivitas memasak, contohnya, masyarakat umumnya mengandalkan gas elpiji, yang jumlahnya terbatas dan sempat mengalami kelangkaan. Sebagai respon terhadap kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan alternatif bahan bakar padat yang ramah lingkungan yaitu dengan membuat briket dari sampah organik seperti batok kelapa, sampah kulit pisang yang melimpah jumlahnya di daerah Boyolali, dan campuran minyak jelantah. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental untuk melakukan proses pembuatan briket, mengkaji karakteristik briket ramah lingkungan berbahan dasar limbah organik, yaitu kulit pisang, batok kelapa, dan minyak jelantah, serta mengetahui kualitas briket yang dibuat. Melalui percobaan yang dilakukan, diketahui bahwa komposisi terbaik untuk membuat briket ini yaitu 70% arang batok kelapa dan 30% arang kulit pisang. Briket kemudian direndam dalam minyak jelantah guna memperpanjang waktu nyala api briket. Briket yang dibuat dari batok kelapa, kulit pisang, dan minyak jelantah yang selanjutnya disebut Brista dapat menjadi alternatif bahan bakar padat yang ramah lingkungan dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk aktivitas memasak sehari-hari.
Copyrights © 2025