cover
Contact Name
Madarina
Contact Email
litbang.bp3d@gmail.com
Phone
+6285926576489
Journal Mail Official
jidboyolali@boyolali.go.id
Editorial Address
Kompleks Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali Jl. Dr. Soepomo, Siswodipuran, Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Kode Pos: 57311
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Inovasi Daerah
ISSN : 29625904     EISSN : 2962178X     DOI : -
Focus and Scope of Jurnal Inovasi Daerah is: Local Products and Industries Research and studies on superior local products, industrial innovation, and technological innovation that support regional competitiveness, including the development of creative industries, agriculture, and other potential sectors of the region. Innovation Systems and Governance Articles on the regional innovation system, the system of innovation in general, and innovation in local governance. This includes institutional arrangements, collaboration among government, academia, business, and community (quadruple helix), as well as policies that strengthen the innovation ecosystem. Public Policy and Services Studies related to innovation in public services and public affairs within the authority of local government. This scope covers administrative innovations, digital governance, participatory public services, and other regional innovations that align with mandatory and optional government affairs.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 34 Documents
UPAYA PENYELESAIAN MASALAH DANA BANTUAN SOSIAL COVID-19: INOVASI PELAYANAN PUBLIK LAPAK DUREN BASOPI DI KECAMATAN AMPEL Sukaendi, Dedi
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.1

Abstract

Pada saat pandemi COVID-19 ini banyak bantuan Pemerintah yang diberikan kepada masyarakat, sebagai wujud perhatian Pemerintah kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga miskin ataupun warga dengan kriteria tertentu, sehingga dinyatakan layak dan berhak menerima bantuan tersebut. Tentunya bantuan tersebut dapat dinyatakan tepat sasaran, tetapi ada penilaian beberapa pihak yang menyatakan adanya ketidak tepatan penerimaan bantuan. Bahkan ada beberapa warga yang menurut penilaian kita masuk kriteria penerima, tapi kenyataan di lapangan ada yang belum menerima bantuan dari manapun. Metode penelitian yang diguanakna dalam penelitian ini adalah metode research & developmen (R&D). Dikarenakan adanya permasalahan tersebut, Kecamatan Ampel mengadakan inovasi pelayanan publik dituangkan dalam bentuk 1 (satu) kegiatan pendataan sosial yaitu Lapak Duren Basopi (Lapor ada masyarakat during entuk bantuan soko pemerintah). Inovasi ini mempunyai manfaat sebagai database masyarakat yang belum menerima bantuan baik dari Pemerintah dan Non Pemerintah, alokasi bantuan bisa berasal dari BAZNAS, KORPRI, DBHCHT dan lainnya. Hal ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pemangku kebijakan dalam memberikan bantuan untuk masyarakat. Yang tidak mensyaratkan masuk dalam DTKS, tapi yang bersangkutan sangat membutuhkan dan layak menerima. Tentunya Kecamatan Ampel dalam melaksanakan kegiatan tersebut tidak bisa berdiri sendiri dikarenakan keterbatasan dana. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan tersebut menggandeng Instansi Pemerintah dan Non Pemerintah. Instansi Pemerintah diantaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, PMI, Baznas, Pemerintah Desa, yang dibantu oleh Bidan Desa, TKSK, PKH, Penyuluh KB, Kader Desa.
KETAHANAN ENERGI: PEMANFAATAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA HIBRID (PLTS DAN PLTBg) DI BOYOLALI Indriyani, Yunita; Kuntjoro, Yanif Dwi; Sasongko, Nugroho Adi
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.2

Abstract

Sekitar 256.560 warga atau hampir sepertiga jumlah penduduk Boyolali yang mencapai 1 juta jiwa berprofesi sebagai peternak sapi dengan pembagian pemeliharaan sekitar 62.130 ekor sapi perah dan 88.910 ekor sapi potong. Sebagai kabupaten/kota yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai peternak sapi Boyolali berpotensi dalam menghasilkan bioenergi yaitu biogas dari limbah kotoran ternak terutama sapi perah. OMER merupakan software komputer yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat yang bernama The National renewable energy laboratory dengan tujuan untuk mengetahui optimasi desain sistem energi pada wilayah tertentu. Jika konsep 4A+1S beserta dengan Panca Helix Model diaplikasikan maka akan dihasilkan Konsep Triple helix Model yang bertujuan untuk mencapai Ketahanan Nasional termasuk Ketahanan Energi yaitu Kedaulatan Negara, keutuhan Wilayah dan Keselamatan Bangsa dan Negara. Metode penelitian yang digunakan adalah reseach and development. Hasil temuan dalam pemanfaatan pembangkit listrik tenaga hibrid sebagai langkah memberikan solusi alternatif dalam transisi energi yang semua berbahan bakar fosil menjadi energi baru dan terbarukan (EBT). Selain itu menjaga penyediaan listrik dalam menjaga stabilitas sektor ekonomi, pendidikan, petahanan negara, serta memberikan gagasan baru di bidang pemenuhan listrik dengan pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan berbasis tenaga Surya dan Biogas.
PENINGKATAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN: INOVASI KADO PERNIKAHAN (KONI) DAN SWEET 17 DI KECAMATAN CEPOGO BOYOLALI Isak, Muhammad
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.3

Abstract

Salah satu bentuk pelayanan publik di Indonesia adalah pelayanan administrasi seperti pelayanan penerbitan akte kelahiran, akte kematian, pencatatan perkawinan, dan lain-lain. Pada kenyataannya pelayanan publik di Kecamatan Cepogo belum sepenuhnya lengkap sesuai dengan tujuan yang di inginkan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Dalam rangka peningkatan pelayanan publik yang lebih baik, Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali mengusulkan inovasi pelayanan publik yang diberi nama “Inovasi Pelayanan Publik Kado Pernikahan (KONI) dan Sweet 17”. Maksud dari inovasi pelayanan publik dalam bentuk kado pernikahan dan sweet 17 adalah sebagai langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Kecamatan Cepogo. Hasil yang diharapkan pada inovasi pelayanan publik dalam bentuk kado pernikahan adalah dokumen administrasi kependudukan berupa kartu keluarga kedua orang tua mempelai, kartu keluarga mempelai yang sudah terpisah dengan oaring tuanya, dan kartu tanda penduduk kedua mempelai dengan status telah menikah, dan hasil yang diharapkan pada inovasi pelayanan publik berupa sweet 17 terbuatnya kartu penduduk yang pertama bagi anak berusia 17 tahun dengan mudah dan cepat. Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik tersebut perlu dukungan berbagai pihak, perlu meningkatkan kompetensi SDM yang ada di Kecamatan dan perlu peningkatan sarana elektronik dalam percepatan program inovasi yang akan dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan prosedur pelayanan.
UPAYA PENINGKATAN ETOS KERJA MELALUI INOVASI APLIKASI ABDesKU (ABSENSI DESA KU) DI KECAMATAN SELO BOYOLALI Santoso, Kristianto Budi
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.5

Abstract

Aparatur Pemerintah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dituntut untuk dapat melihat peluang serta mengembangkan inovasi yang bertujuan membantu pelaksanaan pekerjaan dan dapat memperluas intervensi kesuksesan output dan outcome hasil pekerjaannya. Landasan dasar yang ingin dicapai inovasi aplikasi ABDesKU (Absensi Desa Ku) Kecamatan Selo ini adalah peningkatan hasil pembangunan masyarakat desa yang dimulai dari nilai kedisiplinan aparatur pemerintahan desa yang dimana jika telah menjadi budaya dan etos kerja, maka niscaya akan berpengaruh terhadap apa yang dikerjakan dan berdaya guna bagi pelayanan masyarakat di wilayahnya. Standar minimal pelayanan organisasi perangkat daerah dimulai dari waktu dimana ketepatan waktu kerja pelayanan dimulai dan berakhir bagi pengguna jasa dan hasil kerja dihitung berdasarkan perencanaan yang telah disepakati sebagai bagian keberhasilan tujuan sebuah organisasi.
INOVASI PENGHUBUNG UMKM DAN PERMAGANGAN MELALUI LAMAN PUSPABOYOLALI.ID Hartono, Hartono
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i2.6

Abstract

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, seringkali UMKM kesulitan dalam melakukan pengembangan karena keterbatasan sumber daya dan kurangnya perencanaan dalam pengembangan usaha. Di sisi lain, anak-anak sekolah menengah kejuruan (SMK) sering mengalami pengangguran karena tidak memiliki kompetensi keahlian yang dibutuhkan oleh dunia industri. Untuk mengatasi kedua permasalahan ini, dibutuhkan solusi yang dapat mempertemukan UMKM dengan siswa SMK, dan laman puspaboyolali.id hadir sebagai pusat pengetahuan UMKM di Boyolali dengan tagline "bertumbuh dan berdampak". Diharapkan, dengan hadirnya laman ini, UMKM dapat maju dan berkembang, sementara anak-anak SMK dapat memperoleh keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja sama dengan UMKM dalam mencapai pertumbuhan dan dampak positif.
PEMANFAATAN WISBOY: APLIKASI ANDROID WISATA BERSEJARAH DI KABUPATEN BOYOLALI Rotun Nisa, Azzah; Pinarang Gusti, Bintang; Tripamungkas, Destyana
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.8

Abstract

Kabupaten Boyolali atau biasa disebut dengan julukan kota susu atau kota sapi dengan motto Boyolali tersenyum (tertib, elok, rapi, sehat, nyaman untuk masyarakat) yang mempunyai luas wilayah 1.015,10 Km² dengan populasi penduduk 930.531 Jiwa serta Kepadatan 916,69 Jiwa/Km² terbagi dalam 19 kecamatan dan 263 desa dan 7 kelurahan di kabupaten Boyolali. Kabupaten Boyolali termasuk kawasan Solo Raya (Karesidenan Surakarta) yang berbatasan dengan beberapa kabupaten, diantaranya Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kabupaten Grobogan di sebelah utara, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta (Solo) di sebelah timur, Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, serta Kabupaten Magelang di sebelah barat. Pusat pemerintahan terletak di Kecamatan Boyolali. Disamping itu ada beberapa kecamatan lainnya seperti Sambi, Ampel, Banyudono, Sawit, Simo, Karanggede, Andong, Musuk, Cepogo dan Selo. Aplikasi Android yang dibuat dengan menggunakan perangkat lunak Articulate Storyline ini kami kembangkan sebagai sarana edukasi dan pariwisata untuk memperkenalkan sejarah dan budaya yang ada di kabupaten boyolali. Karena di kabupaten Boyolali ini terdapat banyak sekali sumber sejarah yang dapat di eksplorasi untuk menjaga kelestarian sosial budaya yang ada di daerah masyarakat. Selain itu, dengan aplikasi ini kita dapat menarik para wisatawan luar untuk mengunjungi daerah-daerah yang bersejarah tersebut. Dengan aplikasi ini juga dapat menambah lapangan pekerjaan bagi para penduduk lokal yang berada di daerah Boyolali agar para masyarakat setempat juga merasakan manfaat dari aplikasi WISBOY (Wisata Sejarah Boyolali).
SI KUNTI: APLIKASI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN PARIWISATA BUDAYA PADA KOMPLEKS PETIRTAAN CABEAN KUNTI KABUPATEN BOYOLALI Mi’roj, Az-zahratul; Aprianti, Endang; Ramadhani, Jiyan Ockta; Ezzel, Nevara Meisya; Widodo, Slamet
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i1.9

Abstract

Di Kabupaten Boyolali terdapat cagar budaya salah satunya Kompleks Petirtaan Cabean Kunti yang berada di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Keberadaan situs cagar budaya ini kurang dikenali masyarakat luas. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi mengenai Situs Petirtaan Cabean Kunti. Dari permasalahan tersebut peneliti membuat sebuah aplikasi yang Bernama Si Kunti yang dapat digunakan untuk mengakses informasi lengkap mengenai situs Kompleks Petirtaan Cabean Kunti. Maksud dan tujuan dari aplikasi Si Kunti yaitu agar masyarakat mendapatkan informasi tentang cagar budaya khususnya petirtaan yang ada di Kabupaten Boyolali. Aplikasi ini mempunyai keunggulan di antaranya pengguna dapat dengan mudah mengakses wisata budaya yang akan dikunjungi, objek wisata budaya dapat dijangkau oleh seluruh wisatawan, keterangan jelas dalam fitur aplikasi, biaya dalam pembuatannya murah, tidak ada iklan pada aplikasi Si Kunti, bisa diterima oleh seluruh wisatawan karena menggunakan multibahasa dan wisatawan dalam mengakses hanya perlu menggunakan jaringan data tanpa harus mengeluarkan biaya. Keunikan dalam aplikasi Si Kunti, belum ada yang membuat aplikasi Si Kunti yang menjelaskan detail tentang Kompleks Pertitaan Cabean Kunti Kabupaten Boyolali pada Play Store, aplikasi Si Kunti secara keseluruhan sudah siap digunakan dengan cara mendownload di aplikasi Play Store yang memuat sejarah, filosofi, fasilitas yang ada, lokasi, akses jalan, dan sisi lain mengenai Kompleks Petirtaan Cabean Kunti Kabupaten Boyolali.
INOVASI YOGHURT “YOU GOT” JAMU DALAM PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT Ramadani, Adam Cahya; Rahmawati, Elly; Kusumanigtyas, Maritza; Nugraheni, Resti Gita; Kristianawati, Anastasia; Stiyanti, Erni
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i2.10

Abstract

Kesehatan masyarakat di masa pandemi ini menjadi hal utama agar tetap bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari. Salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mengkonsumsi minuman kesehatan seperti yoghurt dan jamu tradisional. Rasa yoghurt yang asam kadang kurang diminati orang dewasa namun disukai anak anak dan kaum remaja. Sedangkan rasa jamu yang kurang familiar bagi anak anak dan kaum remaja jaman sekarang namun disukai oleh orang dewasa. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah membuat minuman kesehatan dengan memadukan antara yoghurt dengan varian jamu yang rasanya bisa diterima oleh masyarakat. Harapannya adalah yoghurt jamu ini dapat diminati oleh semua kalangan dan meningkatkan daya tarik terhadap konsumsi jamu tradisional khususnya bagi anak anak dan kaum remaja. Minuman yoghurt “you got jamu” ini memiliki dua varian rasa yaitu beras kencur dan kunyit asam. Keduanya memiliki manfaat yang sangat beragam bagi kesehatan manusia. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambah varian rasa baru dan penekanan biaya produksi dengan membuat bubuk jamu sendiri.
KREATIVITAS MELALUI INOVASI PENGELOLAAN SAMPAH DALAM MENGURANGI LIMBAH MASYARAKAT Ramadhani, Etik Mutmainah
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i2.12

Abstract

Tujuan kegiatan kreativitas dan inovasi ini adalah untuk memberikan solusi tentang penanganan sampah atau limbah yang tidak dapat terurai yang dapat mencemari lingkungan. Selain itu dengan kegiatan ini akan memberikan nilai tambah tentang manfaat dari hasil olahan limbah bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan oleh tim krenova SMP Negeri 1 Boyolali pada tahun 2022. Peserta tim krenova terdiri atas 5 peserta didik perempuan. Peserta didik melakukan kegiatan pengumpulan limbah, memilah dan memilih, mengkreasi, dan memasarkan hasil produk. Langkah yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi penanganan limbah, membentuk tim krenova, melakukan donasi limbah pampers dan pembalut wanita, diskusi pemecahan masalah, memilih dan memilah limbah, mengkreasi produk, dan memasarkan produk. Hasil kegiatan tim krenova yang diharapkan dapat mengurangi dan mengolah limbah masyarakat yang berupa pampers dan pembalut wanita menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai tinggi. Barang itu berupa bantal, bross, gantungan kunci, konektor masker, dan tas.
Penggunaan, Keunggulan, dan Cara kerja Infus Monitoring (Imot) Salsabila, Naysilla; Pratiwi, Rahma; Sulistiyana, Syifa Damai Indah; Aziz, Arif Fathul
Jurnal Inovasi Daerah Vol. 1 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/jid.v1i2.13

Abstract

Pada beberapa tahun terakhir, alat-alat medis sudah berevolusi menambah kegunaan dan fungsi yang memudahkan tenaga kerja kesehatan dalam melayani kesehatan masyarakat. Dengan adanya rumah sakit, fasilitas kesehatan untuk masyarakat pun ikut berkembang. Ditambah alat-alat medis juga berkembang. Selain fasilitas kesehatan yang memadai, alat-alat medis saat ini juga banyak mengalami perkembangan. Salah satu contohnya adalah ditemukannya alat infus yang memudahkan perawat dalam memberikan nutrisi atau obat kepada pasien yang tidak dapat meminum obat secara oral. Namun, tak jarang ada beberapa permasalahan seperti tenaga medis yang terlambat mengganti kantong infus dan harus adanya orang yang mengingatkan kapan infus harus diganti. Keterlambatan perawat dalam mengganti cairan infus dapat memberikan dampak negatif bagi pasien, biasanya terjadi komplikasi seperti darah pasien tersedot naik ke selang infus menyebabkan darah pasien menggumpal dalam selang infus. IMot, Produk yang kami kembangkan untuk kemudahan untuk tenaga medis dalam memantau infus pasien.

Page 1 of 4 | Total Record : 34