Historiografi memiliki fungsi mengolah sumber sejarah menjadi narasi ilmiah. Pada masa kolonial, historiografi islam Indonesia sering dibentuk melalui perspektif sejarawan barat, sehingga melahirkan bias representasi sejarah politik islam lokal. Masalahnya bagaimana majalah Djåwå (1938-1941), melalui tulisan Lucien Adam, menghadirkan konstruksi historiografi berbeda dari corak historiografi kolonial yang dominan, khususnya menggambarkan dinamika politik kerajaan islam di Madiun. Penelitian bertujuan menganalisis arah, perspektif dan perubahan historiografi islam Indonesia masa kolonial melalui karya Lucien Adam dalam majalah Djåwå. Metode dengan kualitatif melalui studi dokumen dan arsip. Data berupa artikel Lucien Adam dalam majalah Djåwå edisi 1938-1941, didukung catatan pemerintah Hindia Belanda, surat kabar kolonial dan literatur sejarah kontemporer, di analisis interpretatif melalui pendekatan sejarah kebudayaan dan sejarah intelektual. Hasil kajian menunjukkan Lucien Adam menampilkan narasi sejarah politik islam lokal berorientasi pada sumber dan konteks wilayah yang dikaji, antara lain keterlibatan Madiun dalam konflik politik Mataram (pemberontakan trunojoyo, geger pecinan), dinamika jabatan bupati pasca palihan Mataram, serta keberadaan desa perdikan di karesidenan Madiun. Temuan memperlihatkan pergeseran corak historiografi dari colonial gaze menuju narasi yang relatif lebih objektif dan informatif bagi pembaca pribumi.
Copyrights © 2026