Pertumbuhan usaha kuliner di lingkungan perguruan tinggi mendorong pelaku usaha untuk memahami perilaku dan pengalaman konsumen secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman konsumen sebagai dasar evaluasi usaha Es Buah Barbar yang beroperasi di lingkungan Institut Shanti Bhuana Bengkayang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, yaitu konsumen yang telah melakukan pembelian lebih dari satu kali. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi tematik berdasarkan bauran pemasaran 7P, dan penarikan kesimpulan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman konsumen terbentuk melalui kombinasi kualitas produk yang segar, harga yang sesuai dengan daya beli mahasiswa, lokasi yang strategis, pelayanan yang ramah, serta proses pelayanan yang relatif efisien. Variasi topping menjadi nilai tambah yang memperkuat kepuasan, meskipun konsistensi ketersediaannya perlu ditingkatkan. Unsur product, people, dan process menjadi faktor dominan dalam membentuk pengalaman positif. Penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi berbasis pengalaman konsumen dapat menjadi strategi reflektif untuk meningkatkan keberlanjutan usaha kuliner skala mikro di lingkungan kampus. Kata kunci: pengalaman konsumen, kepuasan, usaha kuliner, bauran pemasaran 7P, evaluasi usaha
Copyrights © 2025