Kenaikan berat badan merupakan indikator penting pertumbuhan balita dan mencerminkan kecukupan gizi serta kondisi kesehatan anak. Usia 6–24 bulan merupakan periode rentan terhadap gangguan pertumbuhan akibat meningkatnya kebutuhan gizi, praktik pemberian MP-ASI yang kurang tepat, penyakit infeksi, serta keterbatasan pengetahuan gizi ibu.Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan gizi ibu, penyakit infeksi, dan pemberian MP-ASI dengan kenaikan berat badan balita usia 6–24 bulan. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 96 balita usia 6–24 bulan yang dipilih secara simple random sampling dari 619 populasi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Berangas Kabupaten Barito Kuala. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner tervalidasi dan penilaian Kartu Menuju Sehat (KMS). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Didapatkan hasil balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan sebesar 56,3%. Sebagian besar balita tidak sering mengalami penyakit infeksi (77,1%) dan 41,7% menerima MP-ASI dengan kategori baik. Terdapat hubungan bermakna antara pemberian MP-ASI dan penyakit infeksi dengan kenaikan berat badan balita (p = 0,001). Pengetahuan gizi ibu menunjukkan hubungan yang lemah (p = 0,077).
Copyrights © 2026