Anak-anak merupakan kelompok rentan yang mengalami dampak psikososial signifikan akibat bencana banjir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat kondisi psikososial anak pasca banjir melalui pendampingan yang suportif, partisipatif, dan berkelanjutan. Pengabdian dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen dalam program KPM Tematik Kebencanaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh di Desa Pohroh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan psikososial-partisipatif, dengan menempatkan anak sebagai subjek utama dalam proses pemulihan. Bentuk kegiatan meliputi trauma healing berbasis permainan, aktivitas kelompok, belajar sambil bermain, perlombaan edukatif, serta interaksi sosial yang aman dan menyenangkan. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap selama masa pengabdian untuk membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan relasi sosial anak. Hasil pengabdian menunjukkan adanya penurunan kecemasan, meningkatnya partisipasi anak dalam aktivitas sosial, serta terbentuknya suasana psikososial yang lebih positif di lingkungan desa. Pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan psikososial berbasis komunitas efektif digunakan sebagai strategi pemulihan anak pasca bencana banjir.
Copyrights © 2026