Agroekoteknologi Tropika Lembab
Vol 8, No 2 (2026): Agroekoteknologi Tropika Lembab Volume 8 Nomor 2 Februari 2026

Aplikasi Kombinasi Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dan Daun Eukaliptus (Eucalyptus pellita) Terhadap Fusarium sp. pada Tanaman Eucalyptus sp.

Akhsan, Ni'matuljannah (Unknown)
Amalia, Ayu Nurjannah Putri (Unknown)



Article Info

Publish Date
02 Feb 2026

Abstract

Penyakit bercak daun pada tanaman Eucalyptus sp. disebabkan oleh jamur Fusarium sp. Pada saat ini hanya menyerang daun tanaman yang berumur di atas satu tahun. Perlu dilakukan penelitian pengendalian penyakit tersebut apabila nantinya terjadi serangan yang di atas ambang ekonomi. Pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetis akan berdampak negative terhadap lingkungan, sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian adalah memanfaatkan ekstrak nabati dari kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas kombinasi ekstrak tersebut menghambat pertumbuhan jamur Fusarium sp. (in vitro) dan menentukan konsentrasi yang paling baik untuk mengendalikan penyakit bercak daun (green house). Penelitian dilakukan pada  bulan Mei-Desember 2024, Uji efektivitas secara in vitro dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, dan aplikasi kombinasi ekstrak pada tanaman Eukaliptus dilaksanakan di green house, Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu; tanpa pemberian kombinasi ekstrak, konsentrasi 50 mL.L-1, 100 mL.L-1, 150 mL.L-1, 200 mL.L-1, 250 mL.L-1, dan 300 mL.L-1. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi ekstrak serai (Cymbopogon citratus) dan daun eukaliptus (Eucalyptus pellita) mampu menghambat pertumbuhan miselium jamur Fusarium sp. dan konsentrasi terbaik yaitu 300 mL.L-1 dengan daya hambat sebesar 15,62% (7 HSI) dan tidak berbeda dengan 200 mL.L-1 dan 250 mL.L-1.  Konsentrasi terbaik kombinasi kedua ektrak nabati dapat mengendalikan penyakit bercak daun eukaliptus pada yaitu 300 mL/L dengan insidensi penyakit sebesar 8,33% dan severitas penyakit sebesar 0,09% (30 HSI). 

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

agro

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab Universitas Mulawarman merupakan media publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara ...