Kepemimpinan, beban kerja, dan kondisi kerja semuanya berdampak pada tingkat stres dan kinerja yang dialami oleh karyawan di departemen pertukangan PT Yamaha Indonesia di Jakarta Timur. Stres pada pekerjaan memengaruhi seberapa baik karyawan menyelesaikan pekerjaan mereka di departemen pertukangan PT Yamaha Indonesia Jakarta Timur. Meneliti peran kepemimpinan, beban kerja, dan lingkungan kerja dalam kaitannya dengan stres di tempat kerja adalah tujuan utama dari penelitian ini. Perusahaan dapat melakukan bagian mereka untuk membuat tempat kerja lebih sehat dan lebih produktif dengan berinvestasi dalam penelitian tentang penyebab stres kerja, yang merupakan faktor yang dapat mengurangi produktivitas dan efektivitas kinerja. Metodologi deskriptif kuantitatif digunakan dalam penyelidikan ini. Ada total 104 peserta dalam prosedur pengambilan sampel jenuh. Asumsi klasik, uji-t, uji-F, koefisien determinasi, analisis regresi (baik linier sederhana maupun berganda), dan pemeriksaan validitas dan reliabilitas adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis data. Temuan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada korelasi yang kuat antara kepemimpinan dan berkurangnya tingkat stres kerja. Pada tingkat signifikansi 0,004 < 0,05, nilai-t prediksi sebesar 7,371 lebih besar daripada nilai t-tabel sebesar 1,659. Terdapat korelasi yang kuat antara stres kerja dan variabel beban kerja. Nilai t parsial sebesar 4,145 dihasilkan, melampaui 1,659 pada tabel-t, karena 0,000 < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hubungan terbalik antara stres kerja dan karakteristik yang berkaitan dengan lingkungan kerja merupakan komponen penting lainnya. Meskipun melebihi nilai t-tabel sebesar 1,659 dengan nilai t terhitung sebesar 7,288, tingkat signifikansi 0,027 berada di bawah ambang batas 0,05. Gaya kepemimpinan, beban kerja, dan kondisi kerja semuanya berperan dalam tingkat stres karyawan di tempat kerja. Nilai F estimasi sebesar 62,069 lebih tinggi daripada nilai F tabel sebesar 2,31, dengan tingkat signifikansi 0,000, yang lebih rendah dari 0,05. Menurut penelitian ini, kinerja karyawan berkorelasi negatif dengan stres kerja. Nilai t hitung sebesar 8,838 melampaui nilai t tabel sebesar 1,659, dan tingkat signifikansi 0,000, di bawah batas 0,05, memungkinkan kami untuk menyatakan signifikansi statistik
Copyrights © 2026