Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Moringa Leaf Infusion and Tea: How are Their Antioxidant Activities Different? Irma Rahmawati; Sinta Dewi Anggraeni; Andi Ika Julianti
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v8i1.11223

Abstract

Abstract: The global pandemic of the COVID-19 virus has made people around the world aware of the importance of maintaining health. Various efforts have been made to prevent the transmission of the COVID-19 virus, one of which is increasing the body's resistance. Moringa leaf (Moringa oleifera L.) is a medicinal plant that has properties that function as the main antiretroviral molecule to increase the activity of the immune system. This study aims to compare the antioxidant activity of Moringa leaf infusion and Moringa leaf tea. In this study, an analysis of antioxidant activity was performed using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method. Antioxidant activity of Moringa leaf infusion, Moringa leaf tea, and vitamin C as a comparison with IC50 values of 31.68 mg/mL; 31.17 mg/mL; 0.99 mg/mL. This is supported by the results of statistical tests which show that there are significant differences in the antioxidant activity of Moringa leaf infusion samples and Moringa leaf tea samples. It can be concluded that the antioxidant activity of Moringa tea is greater than Moringa leaf infusion.Abstrak: Pandemi global virus Covid-19, menyadarkan masyarakat di seluruh dunia terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan virus Covid-19, salah satunya dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Daun kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tumbuhan obat yang mempunyai khasiat yang berfungsi sebagai molekul utama antiretroviral untuk meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan aktivitas antioksidan pada infusa daun kelor dan seduhan teh daun kelor. Pada penelitian ini, dilakukan analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl). Aktivitas antioksidan pada infusa daun kelor, teh daun kelor, vitamin C sebagai pembanding dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 31,68 mg/mL; 31,17 mg/mL; 0,99 mg/mL. Hal ini didukung dengan hasil uji statistik yang menunjukan terdapat perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan dari sampel infusa daun kelor maupun sampel teh daun kelor. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan teh daun kelor lebih besar daripada infusa daun kelor.
Pengembangan Lembar Kerja Praktikum Berbasis Inkuiri Pada Konsep Titrasi Asam-Basa Di SMK Farmasi Rahmawati, Irma; Sholihin, Hayat; Arifin, Mulyati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.87 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i10.1658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Praktikum (LKP) titrasi asam basa berbasis inkuiri laboratorium pada peserta didik program keahlian Farmasi. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implement, Evaluation). Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi kesesuaian LKP dengan metode inkuiri laboratorium, lembar observasi keterlaksanaan kegiatan dan kuesioner tanggapan guru dan peserta didik. Lembar kerja yang dikembangkan divalidasi oleh empat orang ahli dan dilakukan uji praktikalitas pada 34 orang siswa SMK Farmasi di Sumedang. Hasil penelitian menyatakan bahwa LKP yang dikembangkan memiliki validitas sangat tinggi. Praktikalitas LKP sangat baik yaitu 95% pada kegiatan guru dan 86% pada kegiatan siswa. Guru dan siswa memberikan tanggapan positif terhadap LKP berbasis inkuiri laboratorium yang ditunjukkan oleh hasil dari kuesioner. Hasil ini diharapkan dapat membantu guru untuk mewujudkan pembelajaran aktif di laboratorium yang dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan peserta didik.
KEMAMPUAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH PADA KONSEP STOIKIOMETRI LARUTAN DENGAN MENGGUNAKAN DIAGRAM SUBMIKROSKOPIK MODEL PEMBELAJARAN MORE (MODEL, OBSERVE, REFLECT, DAN EXPLAIN) Rahmawati, Irma
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.068 KB)

Abstract

Stoikiometri larutan merupakan konsep yang sulit dipelajari karena terdiri darikonsep-konsep yang abstrak, terutama tantangan dalam menafsirkan simbol-simboldalam reaksi kimia. Siswa sering mengalami kesulitan dalam mentransferpemahaman mereka dari tingkat makroskopis ke representasi submikroskopiknya.Salah satu upaya untuk dapat memvisualisasikan konsep stoikiometri larutan iniadalah dengan menggunakan diagram submikroskopik, dimana siswa akan difokuskan pada penilaian dengan instruksi untuk menggambarkan representasidasar submikroskopik tingkat materi, termasuk atom, molekul dan partikel darirepresentasi reaktan dan produk. Penelitian ini bertujuan untuk memberikangambaran tentang bagaimana penerapan pembelajaran, kemampuan siswa dalammemecahkan masalah dan tanggapannya terhadap penggunaan diagramsubmikroskopik model MORE (Model, Observe, Reflect dan Explain) pada konsepstoikiometri larutan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kelas.Proses penerapan pembelajaran dianalisis dari hasil lembar kerja siswa.Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dijaring melalui tes uraian yangterdiri dari 6 butir soal memuat indikator-indikator dalam memecahkan masalahstoikiometri larutan, sedangkan respons siswa terhadap pembelajaran dijaringmelalui angket. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI IPA 1 SMAN 24Bandung tahun ajaran 2011/2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padapenerapan pembelajaran ini siswa memperoleh hasil pencapaian yang baik denganrata-rata keseluruhan sebesar 77%. Pada tahap model siswa memiliki pencapaiansebesar 65% dengan interpretasi cukup, tahap observe sebesar 82%berinterpretasi sangat baik, tahap reflect sebesar 79% berinterpretasi baik dantahap explain sebesar 83% dengan interpretasi sangat baik. Kemampuanmemecahkan masalah siswa termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 75,97%.Siswa memberikan tanggapan yang positif dan telah memilih diagramsubmikroskopik sebagai cara yang paling menyenangkan, paling dipahami, palingmudah cara penulisannya, dan menjadi cara penyelesaian yang paling dipilihuntuk memecahkan masalah stoikiometri larutan maupun pada konsep lainnya.Kata kunci: Kemampuan Memecahkan Masalah, Stoikiometri Larutan, Diagram Submikroskopik, MORE (Model, Observe, Reflect, Explain)
Demineralisasi Kalsium (Ca) dan Besi (Fe) pada Air Minum Soft Water Berteknologi Reverse Osmosis (RO) Julyane, Julyane; Rahmawati, Irma
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan kalsium dan besi yang berlebihan dalam air minum dapat menimbulkan masalah kesehatan diantaranya karies dan urolithiasis. Teknologi penyaringan air menggunakan membran Reverse Osmosis (RO) dinilai sebagai solusi untuk mengurangi zat anorganik pada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kalsium dan besi dalam air minum soft water mengalami penurunan setelah diolah menggunakan teknologi RO. Kadar kalsium dan besi diukur konsentrasinya dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil pengukuran diperoleh, pada sampel A kandungan besi mengalami persentase penurunan 100% dan sampel B penurunan sebesar 74,43%. Kandungan kalsium sampel A mengalami persentasi penurunan 97,75% dan sampel B persentase penurunannya sebesar 100%. Pada sampel C dan D tidak mengalami demineralisasi kalsium dan besi. Kadar kalsium pada semua sampel memenuhi syarat kualitas air minum. Sedangkan kadar besi hanya memenuhi syarat kualitas air minum pada sampel A, B, dan D, sedangkan pada sampel C tidak memenuhi syarat.
Comparison of Phenolic Content of Indonesian Bay Leaves (Syzygium polyanthum) Fresh Decoction And Herbal Tea Rahmawati, Irma; Kaswati, Lilih
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v0i0.50342

Abstract

The Indonesian bay leaf (Syzygium polyanthum) are one of the traditional cooking spices used in several countries in Southeast Asia, and this spice gives a distinctive herbaceous aroma. Bay leaves are often used as a medicinal plant for generations by the community to reduce cholesterol, diabetes, hypertension, gastritis, and diarrhea. The purpose of this study was to compare the content of polyphenols in Indonesian bay leaf decoction and bay leaf tea. The total phenolic content was determined by Folin-Ciocalteu’s method. The test results showed that the highest polyphenol content was found in bay leaf tea at 19.19 mg/kg, and then bay leaf decoction at 6.36 mg/kg. Based on the statistical analysis, it was stated that there was a difference in the levels of polyphenols in each sample, meaning that there was a significant difference. The implications of this study can be to develop processing techniques for Indonesian bay leaf which contain the best polyphenols for public consumption.
Analysis of Rhodamine B on Lip Tint Products Containing Natural Red Color Extracts Using UV-VIS Spectrophotometry Helmalia, Eulis; Rahmawati, Irma
Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Bumi Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rhodamine B is used for textile dyes, paint, paper, or clothing. Rhodamine B is carcinogenic and can trigger the growth of cancer cells if used in the long term, irritating the respiratory tract, eyes, skin, and digestive tract. This study aims to determine the content of Rhodamine B in red natural extract lip tint. Rhodamine B content was determined by thin-layer chromatography and the UV-Vis spectrophotometry method for determining Rhodamine B levels. The identification results showed positive results with Rhodamine B levels in sample B of 8.32 ± 0.18 mg/L, sample C of 17.63 ± 0.35 mg/L, and sample D of 8.99 ± 0.13 mg/L. Based on the results of this study, there is still the use of Rhodamine B as a coloring agent in lip tint that has claims from natural extracts, even though this is prohibited from being used as an additional ingredient in cosmetics by BPOM.
Analisis Kafein pada Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Gununghalu Teknik Light Roasting, Medium Roasting, dan Dark Roasting Rahmawati, Irma; Gustiani, Laili T.
Kimia Padjadjaran Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak didistribusikan dan paling banyak diminum di dunia. Kopi arabika menguasai sekitar 70% pasar kopi dunia. Kopi dikenal sebagai minuman dengan kandungan kafein yang berkadar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar kafein pada kopi arabika (Coffea arabica L.) Gununghalu dengan variasi temperatur roasting, yaitu light roasting (191o C), medium roasting (211o C), dan dark roasting (221o C). Identifikasi kafein dilakukan dengan menggunakan uji Dragendorff dan uji Parry. Penetapan kadar kafein ditentukan dengan metode spektrofotometri UV-Vis dan analisis statistika ditentukan dengan Oneway-ANOVA. Hasil analisis kualitatif terhadap ke tiga sampel menunjukan hasil positif mengandung kafein. Kadar kafein pada sampel light roasting sebesar 4,7 mg/g, sampel medium roasting sebesar 3,81 mg/g dan sampel dark roasting sebesar 3,05 mg/g. Hasil analisis statistika menunjukan kadar kafein pada sampel berbeda secara signifikan dengan nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan semakin naik temperature roasting maka kadar kafein pada kopi arabika (Coffea arabica L.) semakin turun. Kadar kafein pada sampel kopi arabika Gununghalu tidak melebihi batas maksimum SNI, yaitu 50 mg/sajian dan 150 mg/hari.
Upaya Inovatif Menuju Pesantren Bebas Skabies di Pesantren Ar Roshifah Tasikmalaya: Innovative Efforts Towards Scabies-Free Islamic Boarding Schools at Ar Roshifah Tasikmalaya Islamic Boarding School Triyani, Yani; Hikmawati, Deis; Andarini, Mia Yasmina; Rahmawati, Irma
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 9 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i9.7319

Abstract

The incidence of scabies and factors of clean and healthy living behavior (PHBS) in Islamic boarding schools are still a problem. Therefore, community service activities (PKM) try an innovative approach with assistance in increasing the PHBS of students and pesantren administrators using the problem-based learning (PBL) method at the Ar Roshifah Islamic boarding school, Leuwisari sub-district, and Tasikmalaya district are expected to find a solution. In stage 1 of the PKM activity, physical examination of all of the administrators and students, most types of diseases are found, which are then used as a topic of discussion in stage 2—introducing clean and healthy living behaviors with the (PBL) method. This method uses problems as learning stimuli. There is group work for interaction (students and teachers are divided into small groups of 10-12 people) and the PKM team as tutors and facilitators. In conclusion, at the end of the activity, the students and administrators learn about scabies, starting from the etiology, risk factors, symptoms, methods of treatment, and prevention independently. They find out until they understand the roots of existing health problems and are expected to have an impact on daily life towards personal health and the environment to avoid scabies.
Penerapan Pendekatan TaRL Berbantuan Game Edukatif Wordwall untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Rahmawati, Irma; Wahyuningsih, Asih; Fauziyah, Nita
ARZUSIN Vol 5 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/arzusin.v5i3.5710

Abstract

This study is motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students at SDN 2 Setu Wetan Cirebon in the subject of Pancasila Education, which is caused by a teacher-centered learning approach and minimal use of interactive media. The purpose of this research is to improve student learning outcomes through the implementation of the Teaching at the Right Level (TaRL) approach assisted by the educational game media Wordwall. The method used is Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis & McTaggart model, conducted in two cycles. The subjects of the study are 29 students, with data collection techniques comprising observations of teacher and student activities as well as learning outcome tests. The results show an increase in the students' average score from 62 (pre-cycle) to 74 (cycle I) and 81 (cycle II). The percentage of learning completeness increased from 27.59% in the pre-cycle to 58.62% in cycle I and 82.76% in cycle II. Teacher and student activities also experienced significant improvement. In conclusion, the implementation of the TaRL approach assisted by Wordwall media is effective in significantly improving student learning outcomes.
Efektivitas Penggunaan Cendawan Antagonis Trichoderma Harzianum Untuk Pengendalian Penyakit Layu Pada Tanaman Bawang Merah Rahmawati, Irma
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 5 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i5.329

Abstract

Bawang merah memiliki nilai ekonomis yang tinggi hal ini didukung dengan peningkatan konsumsi bawang merah seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Penyakit yang sering ditemui pada tanaman bawang merah yaitu penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan Fusarium, penggunaan pestisida digunakan secara terus-menerus mengakibatkan pestisida terakumulasi di dalam tanah perlunya penggunaan teknologi pengendalian penyakit layu yang ramah lingkungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian Trichodermauntuk pengendalian penyakit layu Fusarium pada tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari - Maret 2019di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap cak denganperlakuan terdiri dari 1 faktor yaitu dosis Trichodermadengan taraf perlakuan sebagai berikut: (P0) tanpa Trichoderma sebagai kontrol negatif, (P1) dosis 10 g/lubang tanam, (P2) dosis 15 g/lubang tanam, (P3) dosis 20 g/lubang tanam sebagai kontrol positif, (P4) dosis 25 g/lubang tanam, (P5) dosis 30 g/lubang tanam. Percobaan terdiri6 perlakuan dengan 4 ulangan, data dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5% jika beda nyata maka dilakukan uji lanjut dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%.Efektifitas pemberian dosis Trichoderma yang disebabkan penyakit Fusarium pada tanaman bawang merah memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pengamatan jumlah daun serta intensitas serangan penyakit sedangkan tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah umbi, dan diameter umbi. Perlakuan dengan dosis Trichoderma 30 g menunjukan hasil terbaik dalam parameter tinggi tanaman, dan diameter umbi sedangkan dosis 20 g sebagai dosis anjuran efektif untuk serangan layu Fusarium. Penggunaan dosis Trichoderma 10 g memberikan hasil terbaik dalam parameter jumlah daun, jumlah umbi dan berat umbi.Trichoderma dosis 10 g sudah efektif untuk serangan layu dengan produksi bawang merah terbaik.