Beragam faktor seperti usia, pendidikan, status ekonomi, pengetahuan tentang alat kontrasepsi, pengaruh teman sebaya, dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi berkontribusi terhadap perilaku seksual berisiko. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan, terutama perawat, sangat penting dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi. Media audiovisual dipilih sebagai sarana Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang efektif, karena sesuai dengan karakteristik remaja dan mampu meningkatkan pemahaman serta membentuk sikap positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh KIE dengan media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam pencegahan KTD. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model media audiovisual yang lebih interaktif dan partisipatif, memungkinkan remaja berinteraksi dan memberikan umpan balik secara langsung. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta media edukasi yang lebih efektif dalam mencegah KTD dan menekan dampak bencana non alam seperti AKI, AKB, dan stunting. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental dengan rancangan Pre test and Post test. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 di SMK Muhammadiyah 3 Ambulu dengan melibatkan 105 responden yang diperoleh secara purposive sampling. Kriteria inklusi adalah siswa SMK yang berada di X serta belum pernah mendapatkan edukasi tentang Kesehatan reproduksi. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Pengolahan data dilakukan melalui proses pembersihan data, pemberian skor, penentuan kategori, tabulasi, dan entry data. Selanjutnya menganalisis uji statistik yaitu Wilcoxon. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner elektronik. Uji statistik menggunakan Wilcoxon. Hasil perhitungan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value (Asymp.Sig 2 tailed) sebesar 0.0001 dimana kurang dari 0.05 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh komunikasi informasi dan edukasi (KIE) dengan media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja dalam Pencegahan Bencana Non Alam KTD (Kehamilan Tidak Diingankan). Hendaknya edukasi tentang kesehatan reproduksi terhadap remaja dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan lintas sektoral terutama orang tua.
Copyrights © 2025