Krisis spiritualitas merupakan salah satu problem fundamental yang dihadapi masyarakat modern, ditandai oleh kegelisahan batin, kehampaan makna hidup, serta dominasi orientasi ranscendenta. Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perkembangan spiritual manusia. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi ajaran tasawuf awal dalam Islam serta menganalisis relevansinya sebagai tawaran solusi atas krisis spiritualitas modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran literatur klasik dan kontemporer terkait tasawuf, sejarah kemunculannya, serta dinamika spiritual masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf awal yang menekankan tazkiyatun nafs, zuhud, keikhlasan, dan kesadaran ilahiah memiliki relevansi yang kuat dalam membangun keseimbangan antara dimensi lahir dan batin manusia. Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai warisan spiritual Islam, tetapi juga sebagai kerangka etis dan praksis untuk memulihkan orientasi hidup manusia modern agar lebih bermakna, ranscendental, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.
Copyrights © 2026