Kapasitas lapangan penumpukan petikemas merupakan faktor krusial untuk mencegah terjadinya kelebihan kapasitas, yang dapat menyebabkan penurunan kinerja lapangan penumpukan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kinerja kapasitas lapangan penumpukan petikemas serta merumuskan strategi optimasi kapasitas untuk mendukung operasional di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan tiga metode peramalan, yaitu tren linier, tren kuadratik, dan tren eksponensial. Analisis kapasitas dilakukan dengan menggunakan perhitungan Yard Occupancy Ratio (YOR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tren kuadratik memberikan hasil peramalan volume arus petikemas yang paling akurat, dengan proyeksi sebesar 5.227 TEUs. Nilai YOR eksisting tercatat sebesar 59% pada Mei 2025 sementara hasil proyeksi menunjukkan bahwa nilai YOR pada tahun 2026 meningkat menjadi 74%, yang mengindikasikan tingkat pemanfaatan lapangan penumpukan yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengusulkan lima skema optimasi yang difokuskan pada pengurangan waktu tinggal (dwell time) agar sesuai dengan standar industri. Di antara skema yang diusulkan, Skema 5 dinilai sebagai solusi paling optimal untuk pemanfaatan lapangan penumpukan. Skema ini mencakup pengurangan waktu tinggal menjadi 3 hari, peningkatan tumpukan petikemas menjadi 4 tingkat, serta perluasan area lapangan penumpukan sebesar 6.000 m². Langkah-langkah ini secara efektif menyeimbangkan efisiensi operasional dan pemanfaatan ruang, sehingga mendukung pengelolaan kapasitas lapangan penumpukan secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang manajemen operasional pelabuhan dengan menawarkan pendekatan komprehensif terhadap optimasi kapasitas lapangan petikemas melalui kombinasi teknik peramalan dan strategi operasional yang praktis.
Copyrights © 2025