Energi listrik merupakan salah satu hal yang menjadi kebutuhan pokok bagi banyak orang. Hal tersebut mengakibatkan tuntutan pelanggan terhadap penyedia listrik semakin tinggi, dari sisi kualitas dan kontinuitas sistem distribusiKeandalan sistem distribusi dapat dinilai dari frekuensi pemadaman listrik, durasi terjadinya pemadaman dan durasi perbaikan kegagalan. Analisis keandalan seperti SAIFI, MAIFI, SAIDI dan CAIDI dapat dilakukan untuk menentukan keandalan sistem. Pada studi penelitian ini, dilakukan analisis keandalan sistem distribusi pada penyulang Glagahwero menggunakan Metode RIA (Reliability Index Assessment) untuk memprediksi kegagalan keandalan komponen dan topologi sistem. Analisis akan dilakukan dengan dua syarat, yaitu penyatuan sempurna dan penyatuan tidak lengkap. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa pada saat sistem dalam kondisi switching sempurna, nilai maksimum diperoleh pada item 2 dengan SAIFI = 4,118157662 kali/tahun dan MAIFI = 0,061772365 kali/tahun, SAIDI = 4.3766 jam/tahun, CAIDI = 1,0768 jam/tahun. Pada kondisi konversi tidak sempurna, nilai tertinggi juga diperoleh dari paragraf 2 dengan SAIFI = 4.1273 kali/tahun dan MAIFI = 0.06177 kali/tahun, SAIDI = 4.4193 jam/tahun, CAIDI = 1 ,0833 jam/tahun. Hal ini dikarenakan jumlah pelanggan yang ada pada section 2 lebih banyak dari pada section lain. Pada hasil perhitungan dan analisa dari data pemadaman diperoleh nilai SAIFI yang sama pada semua kegagalan adalah 2,311 kali/tahun, sedangkan nilai SAIDI tertinggi adalah 0,6145 jam/tahun. Dibandingkan dengan standar PLN, khususnya SPLN 68-2: Tahun 1986 dengan SAIFI 3,2 kali/jam dan SAIFI 21 jam/tahun. Maka, berdasarkan hasil nilai SAIDI pada pasal 2 dapat dinyatakan tidak andal dan tidak memenuhi kriteria PLN. Sedangkan berdasarkan hasil nilai SAIDI pada bagian 1, 3, 4, 5 dan 6, serta hasil nilai CAIDI pada semua bagian, sistem distribusi dapat dinyatakan handal dan sesuai dengan standar PLN.
Copyrights © 2025