Akne vulgaris merupakan salah satu permasalahankulit yang banyak dijumpaipada kelompokusiaremaja akhir hingga dewasa muda, termasuk pada mahasiswa baru. Kualitas tidur yang kurang baik diduga berkontribusi terhadap terjadinya akne vulgaris melalui mekanisme hormonal dan proses inflamasi. Mahasiswa baru fakultas kedokteran termasuk kelompok yang rentan mengalami gangguan tidur akibat perubahan gaya hidup serta meningkatnya tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional). Subjek penelitian terdiri atas 68 mahasiswa baru yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kejadian akne vulgaris dinilai melalui lembar observasi dan dikonfirmasi secara langsung oleh dokter spesialis kulit dan kelamin. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (88,2%) dan mengalami akne vulgaris (79,4%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara kualitas tidur dan kejadian akne vulgaris (p = 1,000). Kualitas tidur tidak berhubungan secara bermakna dengan kejadian akne vulgaris padamahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2025.
Copyrights © 2025