Pemahaman konsep kimia yang berlandaskan teori dan tidak berwujud sangat bergantung pada keterampilan pemecahan masalah. Oleh karena itu, pendekatan, pembelajaran di bidang ini terus bergantung pada guru, yang menghambat kemajuan siswa. Namun, penelitian menyebutkan bahwa menggunakan strategi pemecahan masalah dapat meningkatkan hasil kognitif. Hal Ini ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar sebesar 32.41% pada reaksi redoks dan kenaikan sebesar 88% pada penguasaan konsep mol. Dengan nilai n-gain sebesar 0,76, dinyatakan bahwa model pembelajaran yang telah diubah dengan menggabungkan teknologi digital, seperti e-modul, laboratorium virtual, dan lembar kerja elektronik, efektif dalam menyampaikan konsep abstrak. Selain itu, keterampilan seperti kesadaran metakognitif dan komunikasi ilmiah diperkuat model pembelajaran tersebut. Dengan kata lain, masalah yang muncul di era digital saat ini disajikan dengan cara yang efektif, dan solusi masalah tersebut sehingga membantu siswa belajar dalam lingkungan yang mendorong kerja sama. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari fitur, manfaat, dan keberhasilan pembelajaran Pemecahan Masalah dalam pendidikan kimia di era digital. Tinjauan Literatur Sistematis, atau SLR, digunakan dan disesuaikan dengan diagram PRISMA. Databasisnya adalah ScienceDirect dan Google Scholar. Sebanyak 17 artikel yang relevan sudah dianalisis dan dirangkum, yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai 2025.
Copyrights © 2026