Penelitian ini mengkaji revitalisasi tradisi lulur mandi sebagai media edukasi karakter dalam pendidikan anak usia dini sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus globalisasi. Lulur mandi merupakan tradisi perawatan tubuh berbasis kearifan lokal yang tidak hanya berfungsi untuk menjaga kebersihan, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti disiplin, ketekunan, kemandirian, tanggung jawab, serta penghargaan terhadap budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi lulur mandi sebagai sarana pembentukan karakter anak, mengidentifikasi manfaat yang diperoleh, serta merumuskan strategi adaptasi agar tradisi ini relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi terhadap anak-anak yang terlibat dalam kegiatan lulur mandi serta wawancara mendalam dengan guru dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lulur mandi dapat meningkatkan kesadaran anak terhadap kebersihan diri, menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, serta menanamkan nilai-nilai karakter melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan. Temuan ini menegaskan bahwa tradisi lulur mandi berpotensi direvitalisasi sebagai media pendidikan karakter yang bermakna dan mendukung pengembangan holistik anak usia dini.
Copyrights © 2026