Artikel ini mengkaji tentang transformasi Teater Potlot Palembang, dari kelompok studi dramaturgi klasik menjadi praktisi ekodramaturgi. Fokus penelitian adalah proses transformasi, untuk menganalisis alasan-alasan konseptual di balik implementasi ekodramaturgi oleh Teater Potlot, dengan pertunjukan Rawa Gambut sebagai suatu studi kasus. Penelitian didasarkan pada teori ekodramaturgi sebagai kerangka analisis atas karya teater, yang dipandang mengintegrasikan isu-isu ekologi ke dalam proses dramaturgi. Karya semacam itu diyakini memiliki watak realisme sosial, yaitu pendekatan artistik yang merepresentasikan masalah-masalah sosial dan lingkungan, di mana teater bertransformasi menjadi agen perubahan sosial dan menjadi medium dari advokasi lingkungan. Menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data studi dokumentasi, studi pustaka dan wawancara, penelitian ini menghasilkan pemahaman bahwa Teater Potlot telah berhasil mengembangkan ekodramaturgi khas mereka. Ekodramaturgi Teater Potlot itu dihasilkan melalui proses riset mendalam, mendorong partisipasi komunitas dan menciptakan kolaborasi lintas sektor. Melalui penerapan ekodramaturgi, pertunjukan Teater Potlot berfungsi sebagai alat advokasi, edukasi dan refleksi kritis terhadap kerusakan lahan gambut. Lebih jauh, Teater Potlot berhasil membangun jejaring strategis dengan ekodramaturgi, antara lain dengan LSM, akademisi, media dan juga komunitas lokal, untuk memperkuat dampak sosial dan lingkungan dari karya teater mereka.
Copyrights © 2025