Penggunaan komposit berbasis serat alam sebagai alternatif material konstruksi kapal semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya tuntutan terhadap material ramah lingkungan dan berkelanjutan. Artikel ini menyajikan kajian literatur sistematis terhadap berbagai penelitian yang mengkaji sifat mekanik komposit serat alam, dengan fokus pada aplikasi maritim seperti lambung kapal dan struktur perahu. Metode review dilakukan terhadap 24 publikasi ilmiah yang melibatkan serat seperti rami, sabut kelapa, sisal, flax, dan lainnya, serta berbagai jenis matriks, termasuk epoxy dan resin berbasis minyak nabati. Parameter utama yang dianalisis meliputi kekuatan tarik, kekuatan lentur, dan modulus elastisitas, yang dibandingkan terhadap standar minimum Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Hasil kajian menunjukkan beberapa kombinasi komposit, seperti epoxy–sisal dan flax–Lyocell dengan bio-resin AESO, mampu melampaui batas minimal kekuatan tarik (110 MPa), kekuatan lentur (150 MPa), dan modulus elastisitas (7 GPa) yang ditetapkan BKI. Ditemukan sejumlah komposit masih belum memenuhi kriteria teknis tersebut, khususnya yang menggunakan serat dengan konsistensi mutu rendah atau ikatan antar fasa yang lemah. Temuan ini menegaskan pentingnya pemilihan jenis serat, perlakuan kimia, fraksi volume, dan teknik fabrikasi dalam meningkatkan performa mekanik komposit
Copyrights © 2026