Pendahuluan. Nyeri pasca operasi merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat berdampak pada pemulihan fisik maupun psikologis apabila tidak dikelola dengan baik. Komunikasi perawat memiliki peran penting dalam manajemen nyeri, terutama melalui pemberian informasi, empati, dan dukungan terapeutik yang dapat meningkatkan pengalaman perawatan pasien. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi di Ruang Teratai RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross-sectional, melibatkan 59 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dan kuesioner kepuasan pasien yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai komunikasi perawat dalam kategori baik (86,4%) dan kepuasan pasien dalam kategori sangat puas (61,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi perawat dalam manajemen nyeri dengan kepuasan pasien post operasi (p=0,043) dengan kekuatan hubungan yang cukup kuat (r=0,264). Kesimpulan. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin baik komunikasi yang dilakukan perawat, semakin tinggi kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi komunikasi terapeutik perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, khususnya pada pasien post operasi.
Copyrights © 2026