Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pembelajaran matematika metode worked example dibandingkan dengan pembelajaran metode problem solving ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah dan cognitive load siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi-experiment menggunakan posttest-only group design. Subjek penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII A dan 31 siswa kelas VIII C SMP Negeri yang ada di Kabupaten Bantul, dengan Pembelajaran dalam penelitian ini dilaksanakan secara tatap muka di sekolah tempat penelitian. Instrumen tes berupa pretest, tes kemampuan pemecahan masalah, dan rating scale cognitive load. Instrumen tes kemampuan pemecahan masalah diuji dengan Cronbach’s Alpha menggunakan SPSS, dan diperoleh hasil 0,846. Teknik analisis data yang digunakan adalah analysis of covariance (ANCOVA), pengambilan keputusan dilakukan dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembelajaran metode problem solving lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran metode worked example ditinjau dari kemampuan pemecahan masalah siswa, 2) pembelajaran metode worked example lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran metode problem solving ditinjau dari cognitive load siswa, dikarenakan cognitive load kelas problem solving lebih tinggi daripada cognitive load kelas individu worked example.Kata Kunci: pembelajaran matematika; statistika; worked example; kemampuan pemecahan masalah; cognitive load
Copyrights © 2025