Kampung Ledhok Timoho terletak di bantaran Sungai Gajah Wong yang dominasi penduduknya bekerja sebagai anak jalanan, pemulung, dan pengamen dari luar Kota Yogyakarta. Kondisi ini menimbulkan masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan. Namun, kampung ini memiliki potensi air sungai dan lahan kosong di area bantaran sungai yang belum termanfaatkan optimal. Tujuan kegiatan pengabdian untuk mengoptimalkan potensi sumber daya air Sungai Gajah Wong di Kampung Ledhok Timoho melalui budidaya ikan tawar dengan sistem akuaponik. Mitra sasaran pemberdayaan adalah komunitas lansia sejumlah 20 orang anggota aktif. Tahapan pelaksanaan dimulai dari persiapan, meliputi: pemetaan ketersediaan lahan, perancangan desain kolam, dan penyiapan bahan. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi kegiatan, implementasi pembuatan kolam, dan manajemen operasional. Tahap terakhir, merupakan strategi keberlanjutan melalui pembentukan struktur kepengurusan dan monitoring secara berkala. Penerapan sistem pertanian akuaponik menunjukkan hasil yang positif, dimana 90% anggota komunitas lansia telah memahami dan menggunakan sistem ini. Ini menunjukkan tingginya tingkat pengetahuan dan keterampilan yang berhasil ditransfer kepada mereka. Kegiatan ini memiliki potensi pengembangan usaha lain yang dapat dimunculkan termasuk diversifikasi produk dan wisata edukasi. Hasil lain yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat mitra adalah peningkatan hasil produksi, potensi ekonomi dari hasil penjualan, dan peningkatan kerja sama dalam kelompok lansia di Kampung Ledhok Timoho.
Copyrights © 2026