Keterampilan motorik halus merupakan Gerakan otot-otot kecil yang memerlukan koordinasi tangan dan mata, yang dipengarui oleh kesempatan belajar dan berlatih sesuai dengan tingkat perkembangan anak agar dapat melatih kelenturan dan kecermatan Sebagian anggota tubuhnya. Hasil observasi menunjukan bahwa keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di RA Nurul Ma’arif masih rendah, maka untuk mengoptimalkan keterampilan tersebut dilakukan kegiatan menggunakan media plastisin.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui media plastisin dapat meningkatakan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di RA Nurul Ma’arif Kota Bogor Penelitian ini mengguanakan penelitian tindakan kelas yang dirancang dalam bentuk siklus yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 18 anak, terdiri dari 10 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi, sedangkan analisin data yang digunakan adalah deskriptif. Hasil analisis pada penelitian awal menunjukkan bahwa sekitar 44 % anak mendapatkan kategori nilai belum berkembang 39% mendapatkan kategori mulai berkembang dan 17% berkembang sesuai harapan. Pada siklus 1 sekitar 56 % anak mulai berkembang dan 44% berkembang sesuai harapan dalam kegiatan motorik halusnya maka penelitian berlanjut pada siklus II menunjukkan peningkatan yang signifikan, hampir rata-rata anak berkembang sesuai harapan sekitar 56% dan berkembang sangat baik sekitar 44% atau dengan kata lain meningkat tercapai. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui media plastisin dapat meningkatakan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun di RA Nurul Ma’arif Kota Bogor
Copyrights © 2025