Pemeliharaan pesawat yang efisien merupakan faktor penting dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasional, termasuk pada komponen minor seperti scuff plate door yang berfungsi sebagai pelindung struktural dari abrasi dan benturan. Meskipun komponen ini tergolong wear part, keterlambatan dalam pemeliharaannya dapat berkontribusi terhadap peningkatan downtime pesawat. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimasi waktu pemeliharaan Scuff Plate Door pada pesawat Boeing 737–300 menggunakan Critical Path Method (CPM) sebagai model penjadwalan deterministik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan pemodelan jaringan kerja berdasarkan data aktivitas pemeliharaan aktual yang diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara teknisi berpengalaman di fasilitas perawatan. Sebanyak 15 aktivitas pemeliharaan dimodelkan dalam jaringan CPM untuk menentukan Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), serta float. Hasil analisis menunjukkan bahwa jalur kritis terdiri dari 10 aktivitas utama dengan total durasi 75 jam, lebih rendah dibandingkan durasi aktual sebesar 86 jam. Implementasi CPM berpotensi menurunkan Turn Around Time (TAT) dari 11,47 hari kerja menjadi 10 hari kerja.Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan CPM pada pemeliharaan komponen minor dapat meningkatkan efisiensi waktu dan mendukung optimalisasi perencanaan sumber daya tanpa mengubah prosedur teknis perawatan yang berlaku. Efficient aircraft maintenance plays a critical role in ensuring operational safety and minimizing aircraft downtime, including for minor components such as the scuff plate door, which functions as a structural protective element against abrasion and impact. Although classified as a wear component, delays in its maintenance may contribute to extended aircraft ground time and reduced operational availability. This study aims to analyze maintenance time optimization of the Boeing 737–300 Scuff Plate Door using the Critical Path Method (CPM) as a deterministic scheduling model. A quantitative-descriptive approach was employed through network modeling of maintenance activities based on actual operational data obtained from field observations and structured interviews with experienced maintenance technicians. Fifteen maintenance activities were structured into a CPM network to determine the Earliest Start (ES), Earliest Finish (EF), Latest Start (LS), Latest Finish (LF), and total float for each task. The analysis identified ten critical activities forming the critical path with a total duration of 75 hours, compared to the recorded actual duration of 86 hours. The implementation of CPM demonstrates potential to reduce the Turn Around Time (TAT) from 11.47 working days to 10 working days. The findings indicate that applying CPM to minor structural component maintenance can improve scheduling efficiency and resource planning without altering established technical maintenance procedures, thereby supporting more reliable aircraft operational performance.
Copyrights © 2025