Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat perilaku nasabah dalam menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran di Kopi Tuku dengan mengadopsi kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT 2) yang diperluas melalui variabel intervening pengalaman nasabah. Variabel independen yang digunakan meliputi harapan kinerja, tingkat kemudahan, dan pengaruh sosial, sedangkan variabel dependen adalah niat perilaku. Pengalaman nasabah berperan sebagai variabel mediasi untuk memperkaya pemahaman proses adopsi teknologi pembayaran digital. Penelitian ini melibatkan 236 responden pelanggan Kopi Tuku pengguna QRIS di wilayah Jakarta Selatan dengan karakteristik mayoritas generasi produktif, berpendidikan tinggi, serta memiliki literasi teknologi dan keuangan yang baik. Analisis data dilakukan menggunakan SmartPLS 4.0 dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memiliki kekuatan prediktif yang kuat, dengan nilai R² sebesar 0.758 untuk pengalaman nasabah dan 0.651 untuk niat perilaku. Pengujian mediasi menunjukkan bahwa pengalaman nasabah memediasi secara parsial hubungan pengaruh sosial terhadap niat perilaku dan memediasi secara penuh hubungan tingkat kemudahan terhadap niat perilaku. Sementara itu, pengalaman nasabah tidak memediasi secara signifikan hubungan harapan kinerja terhadap niat perilaku. Pengujian pengaruh langsung membuktikan bahwa harapan kinerja, pengaruh sosial, dan pengalaman nasabah berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku, sedangkan tingkat kemudahan hanya berpengaruh signifikan terhadap pengalaman nasabah. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengalaman nasabah merupakan faktor kunci dalam memperkuat adopsi QRIS, sehingga memperluas relevansi UTAUT 2 dalam konteks konsumen dan pembayaran digital di industri kopi modern.
Copyrights © 2025