UMKM manufaktur skala kecil sering menghadapi distorsi pembebanan biaya overhead karena pencatatan biaya yang terbatas dan penggunaan metode tradisional yang membagi rata biaya tidak langsung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan Activity-Based Costing (ABC) terhadap pengendalian biaya pada UMKM manufaktur skala kecil di Kota Baubau. Penerapan ABC diukur melalui tiga dimensi, yaitu identifikasi aktivitas dan cost pool (X1), ketepatan pemilihan cost driver (X2), serta pemanfaatan informasi ABC untuk pengambilan keputusan (X3), sedangkan pengendalian biaya menjadi variabel terikat (Y). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain survei potong lintang pada 120 UMKM manufaktur; responden adalah pemilik atau pihak yang memahami biaya produksi. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa X1, X2, dan X3 berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengendalian biaya (p < 0.001), dengan ketepatan cost driver sebagai faktor paling dominan (?stand = 0.423). Model mampu menjelaskan 72.1% variasi pengendalian biaya (R² = 0.721; F = 99.94; p < 0.001) dengan persamaan Y = 0.114 + 0.243X1 + 0.391X2 + 0.318X3. Temuan ini menegaskan bahwa UMKM akan memperoleh kontrol biaya yang lebih efektif ketika pemetaan aktivitas dilakukan secara konsisten, driver biaya dipilih secara tepat dan mudah diukur, serta informasi biaya berbasis aktivitas digunakan secara rutin untuk monitoring, evaluasi, penetapan harga, dan perbaikan proses.
Copyrights © 2025