Infeksi kulit merupakan masalah kesehatan yang masih sering ditemukan dalam praktik klinis dan umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri, baik yang bersifat komensal maupun patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mikrobiologis bakteri penyebab infeksi kulit melalui metode isolasi dan karakterisasi bakteri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan laboratorium yang dilaksanakan selama tiga bulan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Widya Nusantara. Sampel penelitian berasal berupa swab bisul, infeksi luka, dan alergi. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Mannitol Salt Agar (MSA), MacConkey Agar (MCA), dan Blood Agar Plate (BAP) dengan waktu inkubasi selama 3 x 24 jam, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan pengujian katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri paling optimal diperoleh pada media MSA dan BAP. Jumlah koloni terbanyak diperoleh dari sampel swab infeksi luka, yaitu sebanyak 58 koloni sedangkan pada swab bisul diperoleh 21 koloni pada media MSA. sebanyak 9 isolat terpilih menunjukkan karakteristik dominan sebagai bakteri Gram positif berbentuk kokus yang tersusun berkelompok menyerupai buah anggur serta memberikan hasil uji katalase positif. Meskipun demikian, beberapa isolat bakteri juga menunjukkan karakteristik Gram negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri Gram positif berperan dominan sebagai penyebab infeksi kulit pada sampel yang diteliti dengan adanya keterlibatan bakteri lain pada kondisi tertentu.
Copyrights © 2026