Abstrak: Kegiatan ini menjadi penting mengingat rendahnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam manajemen pakan masih menjadi faktor pembatas utama produktivitas ternak ruminansia di tingkat petani. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengelolaan pakan melalui edukasi berbasis praktik langsung yang melibatkan mahasiswa Program Studi Peternakan. Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Tungku Mose, Kabupaten Manggarai sebanyak 21 orang, dengan metode kombinasi pretest, Focus Group Discussion (FGD), praktik pencacahan dan pemberian pakan, serta posttest sebanyak 10 soal untuk mengevaluasi peningkatan kompetensi peternak. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peternak dari 45,60% menjadi 98,00 % terkait formulasi pakan seimbang, frekuensi pemberian pakan, pemanfaatan hijauan lokal, serta penerapan teknik pakan fermentasi. Partisipasi mahasiswa dalam pendampingan memperkuat transfer ilmu dan pengalaman lapangan. Kesimpulannya, edukasi manajemen pakan secara langsung dan partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peternak mengenai praktik pakan yang efisien dan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat mendukung produktivitas ternak ruminansia dan kesejahteraan peternak di NTT.Abstract: This activity is crucial as inadequate farmer knowledge and skills in feed management continue to hinder the achievement of optimal and sustainable ruminant livestock productivity.This study aimed to improve farmers’ knowledge and skills in feed management through hands-on education involving students from the Animal Husbandry Study Program. The activities were carried out at Tungku Mose Farmers Group, Manggarai Regency, total of 21 people, using a combination of pretest, Focus Group Discussion (FGD), practical forage chopping and feeding, and posttest total of 10 questions to evaluate improvements in farmers’ competencies. The results showed a significant increase in farmers’ understanding from 45.60% to 98.00% of balanced feed formulation, feeding frequency, utilization of local forage, and application of simple fermented feed techniques. Student participation in mentoring strengthened knowledge transfer and practical field experience. In conclusion, participatory and hands-on feed management education effectively enhances farmers’ knowledge, skills, and awareness of efficient and sustainable feeding practices. This program is expected to support ruminant livestock productivity and improve farmers’ welfare in NTT.
Copyrights © 2026