Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan pengalaman kerja terhadap kinerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kabupaten Kudus, dengan kompetensi sebagai variabel intervening. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena di lapangan yang menunjukkan masih adanya berbagai kendala dalam pelaksanaan tugas TPK, terutama terkait adaptasi lapangan, kesenjangan kompetensi, ketidaksempurnaan pelatihan, serta ketidakseimbangan pengalaman kerja antar anggota TPK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) menggunakan AMOS. Sampel penelitian berjumlah 132 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional sampling dari total populasi TPK sebanyak 1.962 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dan pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi. Pelatihan dan pengalaman kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja TPK. Kompetensi terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, serta mampu menjadi variabel intervening yang memperkuat hubungan antara pelatihan dan pengalaman kerja terhadap kinerja TPK.
Copyrights © 2026