Kasus malaria di Papua terus ada dan banyak karena bentangan alam dengan iklim lembab mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles betina. Hal ini diperparah dengan kondisi sosial masyarakat Papua yang masih tinggal dekat dengan alam dengan kondisi rumah yang terbuka. Hal ini menyebabkan masyarakat Papua sangat rentan terinfeksi malaria. Sehingga untuk mengantisipasi hal tersebut tidak hanya diperlukan pengobatan tapi juga diperlukan pencegahan dengan penggunaan kelambu untuk mencegah danĀ mengendalikan penyebaran malaria. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menganalisis efektif atau tidak penggunaan kelambu untuk pencegahan malaria di daerah terbanyak kasus malaria yaitu Papua. Oleh karena itu, penelitian ini membuat model matematika baru dengan menambah kendali penggunaan kelambu kedalam model matematika terdahulu penyebaran malaria di Papua. Dengan Pontryagin Principle didapat kendali optimal dan selanjutnya dengan metode sweep forward-backward dilakukan simulasi numerik. Hasil dari simulasi numerik menunjukkan bahwa penggunaan kelambu efektif menurunkan jumlah individu rentan terkena malaria yang otomatis menurunkan jumlah individu terinfeksi malaria
Copyrights © 2026