Remaja menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikososial dan perilaku. Stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan merupakan determinan penting status gizi pada usia sekolah.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya, Lombok Tengah. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada Januari 2024 di SMAN 4 Praya. Sampel berjumlah 90 siswa dipilih menggunakan purposive sampling dari populasi siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma untuk variabel ordinal dan uji Mann–Whitney sesuai karakteristik data dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (56,7%), tingkat stres sedang (67,8%), perilaku makan baik (54,4%), dan aktivitas fisik sedang (64,4%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dan status gizi (p<0,001). Tidak terdapat hubungan bermakna antara perilaku makan dan status gizi (p=0,391) maupun antara aktivitas fisik dan status gizi (p=0,910). Tingkat stres berhubungan signifikan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya. Perilaku makan dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi pada penelitian ini. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor perancu seperti kualitas tidur, asupan energi, pengetahuan gizi, dan kondisi medis, serta menggunakan instrumen aktivitas fisik yang lebih objektif.
Copyrights © 2026