Perkembangan teknologi informasi, khususnya media sosial, meningkatkan paparan remaja terhadap risiko di ruang digital, termasuk kekerasan seksual digital. Tingginya intensitas interaksi daring membuat remaja sebagai pengguna aktif berada pada posisi rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual digital. Penelitian ini bertujuan memahami persepsi remaja terhadap kekerasan seksual digital, meliputi pemahaman, makna, bentuk-bentuk yang dikenal, serta faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan adalah remaja pertengahan berusia 15–18 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Teknik analisis data menggunakan Interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan memandang kekerasan seksual digital sebagai tindakan yang melanggar batas pribadi dan berdampak negatif secara psikologis dan sosial. Remaja mampu mengenali berbagai bentuk kekerasan seksual digital meskipun belum memahami istilah akademik. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh lingkungan sosial, pola asuh orang tua, edukasi atau sosialisasi, paparan tidak langsung, serta media sosial sebagai sumber informasi, yang membentuk persepsi remaja melalui proses sosial dan paparan informasi digital. Abstract The rapid development of information technology, particularly social media, has increased adolescents’ exposure to risks in the digital space, including digital sexual violence. The high intensity of online interactions places adolescents, as active social media users, in a vulnerable position to various forms of digital sexual violence. This study aims to understand adolescents’ perceptions of digital sexual violence, including their understanding, perceived meanings, recognized forms, and factors influencing these perceptions. The study employed a qualitative approach using a phenomenological method. Participants were middle adolescents aged 15–18 years who actively use social media. Data were analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings show that all participants perceive digital sexual violence as a violation of personal boundaries with negative psychological and social impacts. Adolescents are able to recognize various forms of digital sexual violence despite limited understanding of academic terminology. These perceptions are influenced by the social environment, parenting styles, education or socialization, indirect exposure, and social media as a source of information, indicating that adolescents’ perceptions are shaped through social processes and exposure to digital information.
Copyrights © 2026