Latar Belakang: Aktivitas fisik yang rendah dan peningkatan Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan masalah kesehatan global yang dapat memengaruhi kekuatan otot seseorang. Kekuatan otot merupakan indikator penting kesehatan fungsional pada dewasa muda. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot dengan aktivitas fisik dan IMT pada dewasa muda. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini menyasar mahasiswa Program Studi Fisioterapi Univesitas Kristen Indonesia berusia 18-25 sebanyak 66 sampel. Kekuatan otot diukur menggunakan handgrip dynamometer dengan protocol ASHT, tingkat aktivitas fisik diukur menggunakan modified Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan status IMT yang dihitung berdasarkan tinggi dan berat badan. Analisis data menggunakan uji koreasi Spearman-rho. Hasil: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot dan aktivitas fisik (p-value 0,020 dan koefisien korelasi 0,286). Sedangkan, hubungan tidak signifikan ditemukan pada hubungan antara kekuatan otot dan IMT (p-value 0,259 dan koefisien korelasi 0,141). Kesimpulan: Aktifitas fisik memiliki korelasi yang lebih kuat terhadap kekuatan otot dibandingkn IMT pada dewasa muda.
Copyrights © 2026