Latar belakang : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan priorita snasional yang diinisiasi pasangan Prabowo–Gibran dengan alokasi anggaran tahun 2025 sebesar Rp71 triliun. Program ini ditujukan bagi siswa prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga pesantren, dengan tujuan meningkatkan status gizi sekaligus mendukung kualitas sumber daya manusia. Artikel ini bertujuan menelaah implementasi MBG di sekolah melalui metode literature review. Metode : Pencarian artikel dilakukan di Google Scholar dengan kata kunci “makan bergizi gratis”, “sekolah”, dan “status gizi”. Dari 2980 artikel yang ditemukan, diseleksi berdasarkan tahun terbit (2024–2025), sehingga tersisa 1770 artikel. Setelah melalui proses inklusi dan eksklusi, lima artikel dipilih sebagai sumber utama. Hasil : Hasil telaah menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar dan menengah merupakan sasaran utama yang tepat karena kerentanannya terhadap masalah gizi. Implementasi MBG mencakup kebijakan, distribusi, dan penyusunan menu bergizi, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur di daerah 3T, standar menu yang belum seragam, serta koordinasi antar sektor. Meski demikian, MBG terbukti berdampak positif terhadap peningkatan status gizi, konsentrasi belajar, kehadiran sekolah, serta mendapat penerimaan baik dari masyarakat. Simpulan: Secara keseluruhan, MBG berpotensi menjadi strategi nasional penting di bidang pendidikan dan kesehatan, dengan catatan tata kelola, monitoring, dan dukungan anggaran berkelanjutan perlu terus diperkuat.
Copyrights © 2026