Kampung Sereh di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, memiliki kondisi topografi curam dan tutupan lahan yang terus berubah akibat pembukaan kebun pada lereng Pegunungan Cycloop. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana banjir bandang dan longsor sehingga diperlukan upaya mitigasi berbasis masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menyusun peta potensi lahan kritis dan mensosialisasikannya kepada warga sebagai dasar pengelolaan lahan yang lebih bijaksana. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data spasial dan non-spasial, analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode weighted overlay, serta sosialisasi hasil pemetaan melalui pemaparan, diskusi, dan penyebaran materi edukatif dalam bentuk brosur. Hasil pemetaan menghasilkan zonasi lahan dengan kategori tidak kritis hingga kritis di tingkat kampung. Melalui kegiatan sosialisasi, pemerintah kampung, tokoh adat, dan warga memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai lokasi-lokasi lahan kritis serta prinsip dasar pengelolaan lahan dan konsep agroforestri sebagai alternatif pemanfaatan lahan. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi bencana dan memberikan masukan penting bagi perencanaan pembangunan kampung.
Copyrights © 2026