Dewasa muda merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh berbagai tuntutan psikososial yang kompleks, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap stres, kecemasan, dan gangguan emosi. Regulasi emosi menjadi kemampuan kunci yang menentukan bagaimana individu menghadapi tekanan tersebut secara adaptif. Dalam dua dekade terakhir, mindfulness berkembang sebagai pendekatan psikologis yang terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan pengelolaan emosi. Namun demikian, kajian literatur yang secara komprehensif mengintegrasikan mindfulness dan regulasi emosi dengan fokus khusus pada dewasa muda masih terbatas, terutama dalam konteks sosial-budaya non-Barat. Artikel ini bertujuan untuk menyajikan kajian literatur sistematis mengenai hubungan antara mindfulness dan regulasi emosi pada dewasa muda, dengan menelaah mekanisme psikologis yang mendasarinya, temuan empiris terkini, serta implikasi teoretis dan praktis. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap artikel jurnal internasional dan nasional yang diterbitkan dalam rentang 2010–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa mindfulness berperan signifikan dalam meningkatkan kesadaran emosi, penerimaan pengalaman internal, serta penggunaan strategi regulasi emosi adaptif seperti cognitive reappraisal, sekaligus menurunkan strategi maladaptif seperti suppression dan ruminasi. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi pengembangan intervensi berbasis mindfulness pada dewasa muda.
Copyrights © 2026