Sastra merupakan medium representasi budaya yang memuat sistem tanda yang merefleksikan relasi kekuasaan serta konstruksi identitas perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simbol kekuasaan dan identitas perempuan dalam novel Pusaka Candra serta mengkaji relevansinya sebagai dasar pengembangan pembelajaran literasi sastra berstandar nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes melalui analisis makna denotatif, konotatif, dan mitos terhadap teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol kekuasaan direpresentasikan melalui pusaka, struktur sosial, dan relasi antartokoh yang mereproduksi ideologi patriarkal, sementara identitas perempuan dibangun secara dinamis melalui simbol kepatuhan, kesadaran diri, serta perlawanan dan resistensi simbolik. Dibandingkan penelitian terdahulu yang cenderung mengkaji simbol atau gender secara terpisah, penelitian ini mengintegrasikan keduanya dan mengaitkannya dengan konteks pembelajaran literasi sastra. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan kajian semiotika sebagai dasar pengembangan pembelajaran literasi sastra, dengan implikasi bahwa novel Pusaka Candra relevan digunakan sebagai bahan ajar untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemaknaan simbolik peserta didik.
Copyrights © 2026