Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat adat Kampung Kweel, Merauke dalam perencanaan pembangunan daerah serta mengeksplorasi hambatan dan faktor pendukung partisipasi untuk mendukung tata kelola yang inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan tokoh adat, aparat kampung, dan warga yang terlibat dalam proses perencanaan pembangunan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan triangulasi untuk meningkatkan validitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terjadi dalam bentuk musyawarah kampung, penentuan prioritas pembangunan, dan peran tokoh adat sebagai mediator. Tingkat partisipasi lebih tinggi pada tokoh adat dan warga dewasa dibandingkan pemuda dan perempuan. Hambatan partisipasi meliputi keterbatasan informasi, akses geografis, dan norma sosial-budaya, sedangkan faktor pendukungnya adalah kepemimpinan inklusif aparat kampung, dukungan tokoh adat, dan media lokal. Partisipasi ini berdampak pada peningkatan relevansi program pembangunan, rasa kepemilikan masyarakat, dan keberlanjutan proyek, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintah kampung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, keterlibatan pemuda dan perempuan, serta integrasi kearifan lokal untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang lebih inklusif dan responsif.
Copyrights © 2026