Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemanfaatan bahan pangan lokal, khususnya tepung mocaf dan daun singkong, di Kampung Adat Cireundeu. Padahal, kedua bahan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, terutama dalam bentuk patiseri. Minimnya keterampilan masyarakat dalam teknik pengolahan modern menjadi alasan diperlukannya pelatihan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknis masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa metode, yaitu pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, pelatihan berbasis praktik (learning by doing), difusi ipteks melalui modul dan demonstrasi, mediasi untuk penyelesaian kendala teknis, serta advokasi dalam bentuk pendampingan pasca-pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dari 91,32% menjadi 99,33% setelah pelatihan, serta meningkatnya keterampilan peserta dalam memproduksi Putu Ayu Daun Singkong secara mandiri. Peserta juga memberikan respon sangat baik dengan skor kepuasan rata-rata 4,59. Produk yang dihasilkan dan modul pelatihan berfungsi sebagai luaran yang menunjang keberlanjutan program. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik merupakan pendekatan efektif untuk meningkatkan kompetensi masyarakat dan membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Copyrights © 2025