Literasi keuangan merupakan aspek fundamental dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan usaha mikro. Survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2022 menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia masih berada pada angka 49,6 persen, yang mengindikasikan rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan produk dan layanan keuangan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri 09 sebagai komunitas perempuan yang aktif dalam kegiatan pertanian dan kewirausahaan mikro menghadapi tantangan serupa dalam hal pencatatan keuangan, perencanaan anggaran, dan pemahaman arus kas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan aplikasi rekomendasi literasi keuangan yang sederhana dan aplikatif bagi anggota KWT Dewi Sri 09. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan literasi keuangan, pengembangan aplikasi dengan fitur pencatatan keuangan dan rekomendasi anggaran, serta sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan pengelolaan keuangan di kalangan peserta. Program ini selaras dengan roadmap Kelompok Keahlian AEFS yang menekankan penguatan literasi keuangan dan pemberdayaan komunitas di era digital. Keberlanjutan program didukung oleh partisipasi aktif anggota KWT serta potensi kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga keuangan.
Copyrights © 2026